Hari Kesehatan Jiwa Sedunia: Kemenkes Sebut 64 Persen Puskesmas Kini Mampu Layani Kesehatan Jiwa

Jakarta, olnmedia.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sekitar 6.549 puskesmas atau 64 persen dari total puskesmas di Indonesia kini mampu memberikan layanan kesehatan jiwa. Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas dapat memberikan layanan tersebut dalam dua tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Jakarta, Jumat (9/10/2026), sebagaimana dilaporkan ANTARA. Jumlah tersebut meningkat dari sekitar 3.800 puskesmas pada periode 2022–2023.
Sebagian Besar Penderita Depresi Belum Berobat
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi pada penduduk berusia 15 tahun ke atas tercatat 1,4 persen, atau sekitar 3 juta orang. Dari jumlah tersebut, hanya 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Artinya, sekitar sembilan dari sepuluh orang dengan depresi belum mengakses layanan pengobatan.
Gangguan jiwa juga tercatat sebagai penyebab kedua terbesar hilangnya tahun hidup sehat akibat disabilitas di Indonesia. Kelompok usia 15–24 tahun disebut menanggung beban paling besar.
Endang menegaskan bahwa kesehatan jiwa bukan isu pinggiran, melainkan bagian penting dari pembangunan kesehatan. Menurutnya, perluasan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi kunci agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pertolongan.
Layanan Konseling dan Dukungan Keluarga
Kemenkes mencatat layanan krisis kesehatan jiwa melalui healing119.id telah menerima 284.916 interaksi, baik melalui telepon maupun percakapan daring. Peringatan tahun ini juga dirangkaikan dengan Hari Disleksia Sedunia dan Bulan Kesadaran ADHD, dengan penekanan pada pentingnya dukungan dan penerimaan keluarga bagi anak-anak neurodivergen.
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati setiap 10 Oktober untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap pentingnya kesehatan mental.




