Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Tengah 2026 Libatkan 490 Siswa, Mendikdasmen: Bahasa Soal Pembiasaan

Redaksi OLN MediaSenin, 12 Oktober 2026 · 23.28 WIB · 2 menit baca
Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Tengah 2026 Libatkan 490 Siswa, Mendikdasmen: Bahasa Soal Pembiasaan
Ilustrasi siswa sekolah dasar di Indonesia. (Foto: Husniati Salma/Unsplash)

Jakarta, olnmedia.com – Sebanyak 490 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Festival yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 ini diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pembukaan festival digelar di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Jumat (9/10/2026), sementara lomba dilaksanakan di Universitas Ngudi Waluyo. Peserta merupakan pemenang FTBI tingkat kabupaten/kota.

Tujuh Mata Lomba Berbahasa Jawa

Para siswa berlomba dalam tujuh kategori, yaitu menulis aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak (cerita cekak), mendongeng, sesorah atau pidato, nembang macapat, dan ndhagel ijen atau lawak tunggal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak cukup dilakukan di sekolah, tetapi perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan masyarakat. Menurutnya, bahasa merupakan soal kebiasaan dan pembiasaan. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan festival bukan semata meraih juara, melainkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.

Bahasa Jawa dan Nilai Sopan Santun

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut bahasa Jawa sebagai bahasa yang mengajarkan tata krama dan etika. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa bagi aparatur sipil negara setiap hari Kamis.

READ  Lebih Praktis! Tanpa Tes Tambahan ITPLN Buka Seleksi Rapor atau UTBK Gelombang 2 Tahun 2026

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan bahwa FTBI merupakan puncak dari program revitalisasi bahasa daerah yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Ia menambahkan, pembelajaran menggunakan bahasa ibu pada kelas-kelas awal dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa.

Sumber: ANTARA (12/10/2026); CNN Indonesia (9/10/2026); Balai Bahasa Jawa Tengah (10/10/2026)

Bagikan artikel ini