Kunjungan Wisman Januari–Agustus 2026 Tembus 10,58 Juta, Perjalanan Wisnus Agustus Naik 11,47 Persen

Jakarta, olnmedia.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai 10,58 juta kunjungan. Angka tersebut naik 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada Agustus 2026 saja, kunjungan wisman tercatat 1,6 juta, meningkat 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025. Data tersebut disampaikan Kemenpar dalam laporan kinerja bulanan pekan ini.
Asia Tumbuh Paling Tinggi
Berdasarkan kawasan asal, kunjungan wisman dari Asia lainnya tumbuh paling tinggi sepanjang Januari–Agustus 2026, yakni 8,41 persen. Kunjungan dari ASEAN naik 7,75 persen, Oseania 7,36 persen, dan Timur Tengah 1,30 persen.
Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga meningkat. Pada Agustus 2026, jumlahnya mencapai 104,3 juta perjalanan atau naik 11,47 persen secara tahunan. Secara kumulatif Januari–Agustus, perjalanan wisnus tercatat 842,15 juta perjalanan, tumbuh 4,29 persen.
Sebaliknya, perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri turun 6,02 persen pada Agustus 2026, dengan total kumulatif Januari–Agustus sebanyak 5,91 juta perjalanan atau turun 3,56 persen. Kondisi ini membuat surplus pariwisata, yakni selisih kedatangan wisman dan keberangkatan wisatawan Indonesia ke luar negeri, naik menjadi 4,67 juta pada Januari–Agustus 2026 dari 3,91 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai pariwisata Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian geopolitik global. Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut wisatawan nusantara sebagai pilar utama ketahanan sektor pariwisata dan mengajak masyarakat terus berwisata di dalam negeri melalui gerakan #DiIndonesiaAja.
Ni Luh Puspa menambahkan, nilai pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, investasi, devisa, dan pelestarian budaya. Sektor pariwisata menyumbang 4,78 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025.
Sumber: ANTARA (9/10/2026); VOI (9/10/2026); Kemenpar (8/10/2026)




