Inflasi September 2026 Capai 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi Penyumbang Terbesar

Redaksi OLN MediaKamis, 8 Oktober 2026 · 02.00 WIB · 2 menit baca
Inflasi September 2026 Capai 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi Penyumbang Terbesar
Ilustrasi. Cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi September 2026. (Foto: Adrian Schledorn/Unsplash)

Jakarta, olnmedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year) pada September 2026 sebesar 3,28 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat 3,19 persen, serta lebih tinggi dari inflasi September 2025 sebesar 2,65 persen.

Secara bulanan, inflasi September 2026 tercatat 0,30 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,97 pada Agustus menjadi 112,31. Adapun inflasi tahun kalender (Januari–September 2026) mencapai 2,17 persen. Data tersebut dirilis BPS pada Kamis (1/10/2026).

Pangan dan Transportasi Jadi Pendorong

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 1,28 persen, setelah mengalami inflasi 4,37 persen. Disusul kelompok transportasi dengan inflasi 4,84 persen dan andil 0,58 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 7,77 persen dengan andil 0,53 persen.

Secara bulanan, komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain cabai rawit (0,08 persen), cabai merah (0,06 persen), dan daging ayam ras (0,05 persen).

Sementara itu, inflasi inti — yang tidak memasukkan komponen harga bergejolak dan harga yang diatur pemerintah — tercatat 2,84 persen secara tahunan dan 0,10 persen secara bulanan.

READ  Persaingan Sengit SUV Listrik Jan-Mei 2026, Siapa yang Paling Laris?

Sulawesi Utara Tertinggi

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi tahunan tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 7,59 persen. Inflasi terendah tercatat di Sumatera Selatan sebesar 2,55 persen.

Di tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 9,05 persen, sedangkan yang terendah di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,04 persen.

Meski meningkat, inflasi tahunan September 2026 masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1 persen.

Sumber: Investortrust; Pasardana; Kontan (1/10/2026)

Bagikan artikel ini