UNCTAD: Pertumbuhan Ekonomi Global Diproyeksi Melambat ke 2,6 Persen pada 2026

Redaksi OLN MediaSabtu, 10 Oktober 2026 · 11.47 WIB · 2 menit baca
UNCTAD: Pertumbuhan Ekonomi Global Diproyeksi Melambat ke 2,6 Persen pada 2026
Ilustrasi perdagangan global. (Foto: Andy Li/Unsplash)

Jakarta, olnmedia.com – Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat dari 2,9 persen pada 2025 menjadi 2,6 persen pada 2026. Proyeksi tersebut dimuat dalam Trade and Development Report 2026 yang dirilis di Jenewa, Swiss, Jumat (9/10/2026).

Angka 2,6 persen itu sejalan dengan proyeksi yang telah disampaikan UNCTAD pada Mei 2026. Laporan terbaru juga memperkirakan perdagangan barang dan jasa global tumbuh sekitar 4 persen secara riil pada 2026, setelah nilai perdagangan dunia mencapai rekor sekitar USD 35 triliun pada 2025.

Kesenjangan Kian Melebar

Penjabat Sekretaris Jenderal UNCTAD Pedro Manuel Moreno menilai ketahanan ekonomi global menyimpan persoalan berupa makin lebarnya jarak antara negara maju dan negara berkembang. Menurutnya, di luar sejumlah negara Asia yang tumbuh pesat, negara berkembang tidak lagi mengejar ketertinggalan dari negara maju.

UNCTAD juga mencatat bahwa kenaikan nilai perdagangan tahun ini lebih banyak dipengaruhi kenaikan harga akibat tekanan di sektor energi dibandingkan pertumbuhan volume. Laporan itu menyoroti kecenderungan negara-negara menggunakan kebijakan industri, perdagangan, dan teknologi untuk tujuan keamanan, termasuk melalui pengendalian ekspor dan penyaringan investasi.

READ  3 Efek Hebat Usai AS dan Iran Sepakat Damai di Selat Hormuz

Indonesia Disebut sebagai Ekonomi Selatan yang Aktif

Kepala Cabang Kebijakan Makroekonomi dan Pembangunan UNCTAD Anastasia Nesvetailova menyebut Indonesia, bersama Brasil, India, Nigeria, Afrika Selatan, Arab Saudi, dan Turki, sebagai contoh ekonomi negara Selatan yang mengembangkan strategi industri, diversifikasi perdagangan, dan kerja sama regional.

UNCTAD merekomendasikan dukungan industri jangka panjang, termasuk penguatan keterampilan, riset, dan pemasok lokal, serta mengaitkan investasi asing dengan alih teknologi. Lembaga itu juga mendorong negara berkembang naik ke tahap bernilai tambah lebih tinggi dalam rantai pasok dan memperkuat kerja sama regional di bidang perdagangan, pembayaran, dan teknologi.

Sumber: UN Geneva (9/10/2026); Yeni Şafak (9/10/2026)

Bagikan artikel ini