Kementan Siapkan Pengembangan Bawang Putih 120 Ribu Hektare Bersama China

Jakarta, olnmedia.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan pengembangan bawang putih seluas 120 ribu hektare dengan dukungan kerja sama dari China. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat swasembada komoditas tersebut dan menekan ketergantungan pada impor.
Amran menyampaikan rencana itu dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (8/11/2026), sepulangnya dari Beijing. Di sana ia bertemu Menteri Pertanian China Zhang Zhu. Menurut Amran, kerja sama pangan menjadi penting karena dunia tengah menghadapi krisis pangan.
Dari Benih hingga Budi Daya
Kerja sama tersebut mencakup rantai produksi dari hulu, mulai dari penyediaan benih hingga budi daya. Pada tahap awal, benih akan dipasok dari China, sementara pemerintah menyiapkan tindak lanjut teknis agar produksi dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.
Baca juga: BPS: Inflasi Oktober 2026 Capai 0,22 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Lokasi pengembangan yang disiapkan antara lain Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, serta sejumlah wilayah di Sumatera yang dinilai memiliki kesesuaian agroklimat. Pelaksanaannya akan dikawal oleh Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet.
Ketergantungan Impor Masih Tinggi
Pertemuan bilateral Amran dengan Zhang Zhu berlangsung di Beijing pada Senin (2/11/2026). Menurut CNBC Indonesia, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional saat ini masih dipenuhi dari impor asal China. Dalam pertemuan itu, Amran meminta dukungan China melalui pendekatan rantai nilai yang meliputi benih, teknologi budi daya, alat dan mesin pertanian, serta pembangunan klaster produksi di Indonesia.
Pihak China, sebagaimana dikutip CNBC Indonesia, menyatakan sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia dan siap memperdalam diskusi teknis terkait teknologi produksi serta metode tanam.
Target Pasar Ekspor
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah berharap bawang putih hasil pengembangan ini kelak memiliki daya saing untuk menembus pasar ekspor. Hingga kini, pemerintah belum merinci target volume produksi maupun jadwal panen dari program 120 ribu hektare tersebut.
Sumber: ANTARA; CNBC Indonesia
Pewarta: Redaksi OLN Media | Editor: Redaksi OLN Media




