Hujan Lebat Rendam 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza, Kerugian Awal Capai US$3 Juta

Gaza, olnmedia.com – Badai musim dingin pertama yang melanda Jalur Gaza merendam sekitar 70.000 tenda yang menjadi tempat berlindung warga Palestina yang mengungsi. Hujan lebat disertai angin kencang mulai turun pada Jumat (6/11/2026) malam dan berlanjut hingga Sabtu (7/11/2026).
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut tenda-tenda tersebut terendam hanya dalam waktu sekitar 12 jam. Kerugian awal ditaksir mencapai sekitar US$3 juta, sementara puluhan dinding bangunan dilaporkan runtuh dan sejumlah warga terluka.
Drainase Rusak, Ribuan Panggilan Darurat
Juru bicara pemerintah Kota Gaza, Hosni Muhanna, sebagaimana dikutip Anadolu melalui ANTARA, mengatakan Kota Gaza menerima curah hujan 60 milimeter dalam 12 jam, atau sekitar 15 persen dari total curah hujan tahunan. Kapasitas drainase kota disebut tinggal sekitar 20 persen akibat kerusakan selama perang, dan 270 kamp serta tempat penampungan di kota itu berisiko banjir.
Baca juga: Herzog Umumkan Penunjukan Pembentuk Pemerintahan Israel Minggu Ini, Eisenkot Kantongi 67 Dukungan
Menurut Al Jazeera, petugas pertahanan sipil menerima sekitar 1.500 panggilan darurat dalam 10 jam, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi penampungan naik 30–40 sentimeter. Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, menyebut instalasi gawat darurat rumah sakit itu sempat terendam dan tidak dapat beroperasi sekitar empat jam.
Kebutuhan Tempat Tinggal Masih Besar
Petugas pertahanan sipil mengaku hanya mampu menangani ancaman langsung terhadap nyawa karena tidak memiliki terpal maupun tenda pengganti. Komite darurat Gaza memperkirakan lebih dari satu juta pengungsi menghadapi musim dingin yang berat dan membutuhkan sekitar 200.000 tenda serta perlengkapan pemanas.
Data UNRWA per 5 November menunjukkan sekitar 1,98 juta orang atau 94 persen populasi Gaza membutuhkan tempat tinggal dan kebutuhan dasar. Sementara itu, OCHA mencatat pada Oktober bahwa 950.000 warga tinggal di lokasi pengungsian dengan risiko banjir sedang hingga tinggi.
Pembatasan Bantuan Disorot
Kantor Media Pemerintah Gaza dan kelompok bantuan menilai pembatasan Israel atas masuknya material tempat tinggal dan rekonstruksi, termasuk karavan, sebagai penyebab minimnya perlindungan bagi pengungsi. Menurut Jaringan LSM Palestina yang dikutip Al Jazeera, truk yang masuk ke Gaza setiap hari masih jauh di bawah jumlah yang disepakati dalam protokol kemanusiaan gencatan senjata, sementara sekitar 50.000 tenda tertahan di sisi perbatasan Mesir.
Sumber: Al Jazeera; ANTARA
Pewarta: Redaksi OLN Media | Editor: Redaksi OLN Media




