IHSG Anjlok 1,97 Persen ke 4.931 Terseret Aksi Jual Saham Teknologi di Wall Street

Redaksi OLN MediaJumat, 6 November 2026 · 15.22 WIB · 2 menit baca
IHSG Anjlok 1,97 Persen ke 4.931 Terseret Aksi Jual Saham Teknologi di Wall Street
Ilustrasi grafik pergerakan harga saham. (Foto: Maxim Hopman/Unsplash)

Jakarta, olnmedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Indeks ditutup melemah 98,86 poin atau 1,97 persen ke level 4.931,39 pada akhir sesi I, seiring aksi jual besar-besaran saham teknologi di Wall Street yang menjalar ke bursa Asia.

Menurut data yang dihimpun Kontan, sebanyak 496 saham melemah, 118 saham menguat, dan 96 saham stagnan pada sesi pertama. Nilai transaksi mencapai Rp3,41 triliun dengan volume 9,64 miliar saham. Seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah, dipimpin sektor bahan baku yang turun 4,05 persen, infrastruktur 2,95 persen, dan energi 2,81 persen.

Di jajaran LQ45, saham JPFA, MDKA, dan EXCL menjadi pemberat utama dengan penurunan masing-masing 6,91 persen, 6,81 persen, dan 6,62 persen. Sebaliknya, GOTO, UNVR, dan AMRT justru mampu menguat.

Baca juga: IHSG Anjlok 2,59 Persen ke 5.936, Tinggalkan Level 6.000

Wall Street Alami Hari Terburuk sejak April 2025

Tekanan di pasar domestik bermula dari kejatuhan bursa saham Amerika Serikat pada Kamis (5/11/2026) waktu setempat. Indeks Nasdaq Composite anjlok 5,5 persen dan masuk wilayah koreksi, S&P 500 turun 4,4 persen, sementara Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 1.800 poin atau 3,4 persen. Menurut CNBC Indonesia, ketiganya mencatat kinerja harian terburuk sejak April 2025.

READ  Analisis Industri Gadget: Pasar Smartphone Terbesar di Dunia Lesu, Ini Pemicunya

Saham-saham infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi yang paling terpukul. Saham Micron Technology dan AMD masing-masing turun sekitar 17 persen, sedangkan Nvidia melemah 9 persen. Nilai pasar gabungan tujuh raksasa teknologi yang dikenal sebagai “Magnificent Seven” tergerus lebih dari US$1 triliun dalam sehari, menurut CNBC.

Pelaku pasar menilai hasil pemilu sela AS yang menguntungkan Partai Demokrat memicu kekhawatiran perlambatan pembangunan pusat data, di tengah keraguan yang sudah ada terhadap valuasi saham-saham AI.

Bursa Asia Kompak Melemah

Gelombang aksi jual berlanjut ke Asia pada Jumat pagi. Indeks Kospi Korea Selatan ambruk lebih dari 8 persen hingga ke bawah level 5.000, Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 2 persen, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen. IHSG sendiri sudah dibuka melemah sekitar 1,3 persen ke kisaran 4.964 pada pukul 09.15 WIB.

Ke depan, investor menanti rilis data tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) AS untuk Oktober. Menurut CNBC Indonesia, konsensus memperkirakan penambahan 59.000 lapangan kerja dengan tingkat pengangguran 4,2 persen. Data tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS dan sentimen pasar global pekan depan.

READ  Tren Transportasi Hijau: Penjelasan Bluebird dan TAM Soal Innova Zenix Hybrid Jadi Taksi Premium

Sumber: Kontan; CNBC Indonesia; CNBC Indonesia; CNBC

Pewarta: Redaksi OLN Media | Editor: Redaksi OLN Media

Bagikan artikel ini