65 Kampung Nelayan Merah Putih Beroperasi, Pemerintah Targetkan 5.000 Kampung hingga 2029

Jakarta, olnmedia.com – Pemerintah telah membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sejak program ini dimulai pada 2025. Sebanyak 65 lokasi tahap pertama sudah beroperasi, sementara 35 lokasi tahap kedua masih dalam pengembangan, menurut Kementerian Sekretariat Negara, Senin (19/10/2026).
KNMP merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini bertujuan mengubah kawasan pesisir dan kampung budi daya menjadi pusat ekonomi kelautan, dengan rantai usaha yang mencakup produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran dalam satu kawasan.
Fasilitas yang dibangun di setiap kampung meliputi pelabuhan atau dermaga, tempat pelelangan ikan, gudang pendingin (cold storage), bengkel, unit pengolahan hasil laut, serta fasilitas hunian dan sosial. Pemerintah menargetkan 5.000 KNMP terbangun hingga 2029, dengan lokasi yang dipilih berdasarkan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, dan potensi ekonomi daerah.
Pendapatan nelayan naik
Di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, KNMP beroperasi sejak Mei 2026. Dalam empat bulan, rata-rata pendapatan nelayan naik dari Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan. Kampung ini juga membuka 39 lapangan kerja dan menghimpun 80 anggota koperasi. Ikan tuna segar diolah menjadi tuna loin, dengan total pengiriman 65 ton senilai Rp2,54 miliar, termasuk 12 ton yang dikirim ke Jakarta pada 27 September 2026.
Di lokasi percontohan Samber-Binyeri, Biak Numfor, Papua, produksi ikan bulanan naik dari 552 kilogram menjadi 1.221 kilogram, sedangkan pendapatan nelayan naik dari Rp6,06 juta menjadi Rp11,43 juta per bulan. Ketua Satgas Operasionalisasi KNMP Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo menyebut pengiriman yang konsisten menunjukkan ekosistem usaha perikanan di kawasan tersebut mulai tumbuh.
Tahap operasional
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyampaikan, setelah pembangunan fisik selesai, KKP memfokuskan tahap berikutnya pada penyiapan tenaga kerja, pelatihan, dan penguatan kapasitas pengelola. Tahap lanjutan diarahkan pada diversifikasi usaha, termasuk budi daya laut, untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha nelayan.
Menurut Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, APBN mendukung program KNMP hingga Rp1,1 triliun pada 2025.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara (19/10/2026); Bisnis.com (3/7/2026)




