Pemerintah Siapkan 51.721 Hektare Pengembangan Kelapa pada 2027, Termasuk Peremajaan 9.000 Hektare

Jakarta, olnmedia.com – Pemerintah menyiapkan rencana pengembangan kelapa (Coconut Area Development Plan) seluas 51.721 hektare pada 2027. Rencana tersebut terdiri atas perluasan kebun baru seluas 42.721 hektare dan peremajaan tanaman tua seluas 9.000 hektare.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam peringatan World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung 7–10 Oktober 2026 itu diselenggarakan International Coconut Community (ICC) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Sebaran di Enam Pulau Besar
Pengembangan kelapa akan dilakukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, dengan anggaran sekitar Rp154,58 miliar. Program ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Danantara.
Zulkifli menjelaskan, kelapa dipilih sebagai komoditas unggulan karena nilai ekonominya yang tinggi. Permintaan global disebut meningkat, antara lain karena tren penggunaan santan sebagai pengganti susu pada minuman kopi di sejumlah negara Asia. Ia juga menyoroti banyaknya tanaman kelapa tua yang perlu segera diganti dengan varietas baru berproduktivitas tinggi.
Dorong Hilirisasi dan Perkebunan Rakyat
Menurut Zulkifli, Indonesia tidak boleh hanya mengekspor kelapa dalam bentuk bahan mentah, melainkan harus mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati di Tanah Air. Pemerintah juga akan memperkuat dukungan bagi perkebunan rakyat, mulai dari penyediaan bibit, peningkatan produktivitas, pengelolaan, hingga pengolahan hasil.
Sebagai gambaran, kelapa jenis tinggi umumnya membutuhkan waktu enam hingga tujuh tahun untuk berbuah, sementara varietas baru dapat berbuah dalam sekitar tiga tahun.
Sumber: ANTARA (9/10/2026); detikFinance (9/10/2026); CNN Indonesia (9/10/2026)




