50 Tahun Beroperasi! Terminal Cicaheum Bandung Ditutup Demi Proyek Transportasi BRT

Share It:

Ilustrasi. Suasana lahan parkir bus di Terminal Cicaheum, Bandung, yang kosong. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Jakarta, olnmedia.com Terminal Cicaheum Bandung ditutup secara resmi oleh pihak otoritas transportasi setempat. Fasilitas angkutan umum legendaris ini berhenti melayani rute bus antarkota sejak hari Jumat. Terminal ini telah beroperasi mengabdi kepada warga Jawa Barat sejak tahun 1975 silam. Lahan bekas terminal akan beralih fungsi menjadi pusat operasional moda transportasi baru. Pemerintah kota berencana membangun depo untuk layanan angkutan bus cepat bernama BRT. Transformasi besar ini menandai era baru sistem transportasi umum modern di Kota Kembang.

Fasilitas publik ini sangat lekat dengan kenangan serial televisi populer Preman Pensiun. Banyak adegan ikonik menggunakan sudut terminal ini sebagai lokasi pengambilan gambar utama. Masyarakat tentu mengingat area parkir bus dan warung makan dari serial legendaris tersebut. Dinas Perhubungan kini mengalihkan seluruh armada bus menuju Terminal Leuwipanjang. Lokasi terminal pengganti ini berjarak sekitar sembilan kilometer dari kawasan Cicaheum. Kondisi pelataran parkir bus kini sudah tampak sangat lengang tanpa hiruk pikuk penumpang.

Meski layanan bus resmi berhenti, banyak pedagang kecil masih bertahan di lokasi. Para penjual makanan tetap membuka warung mereka seperti hari-hari biasa. Mereka sebenarnya sudah mengetahui kebijakan penutupan terminal secara utuh sejak jauh hari. Namun pihak pemerintah kota belum mencairkan dana kompensasi bagi para pelaku usaha tersebut. Kondisi inilah yang membuat mereka memilih tetap berjualan untuk menyambung hidup keluarga. Pedagang berjanji akan meninggalkan lokasi segera setelah proyek pembangunan fisik resmi bergulir.

READ  Jaga Stabilitas Pangan, Bapanas Salurkan 7,7 Juta Ton Beras Pemerintah sejak 2023

Roroh merupakan salah satu pemilik warung makan yang sudah berjualan belasan tahun. Perempuan asal Tasikmalaya ini menggantungkan nasib keluarganya dari keramaian penumpang terminal. Pedagang batagor bernama Nurjaman juga merasakan kebingungan serupa terkait masa depan usahanya. Pria ini sudah dua dekade mengadu nasib menjajakan makanan di kawasan terminal tersebut. Warga kecil ini hanya bisa pasrah mengikuti segala arahan dari pembuat kebijakan. Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata demi kelangsungan mata pencaharian harian mereka.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung membenarkan situasi yang terjadi di lapangan tersebut. Petugas memang sengaja memberikan kelonggaran bagi pedagang untuk tetap beraktivitas sementara waktu. Pemerintah kota sedang mengkaji besaran dana ganti rugi secara mendalam melibatkan konsultan ahli. Draf penyelesaian masalah ini sudah masuk dalam tahap finalisasi akhir oleh pihak terkait. Koordinasi lintas sektor sangat krusial untuk mencegah munculnya konflik sosial pada kemudian hari. Kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil akan mewujudkan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Tags :

redaksi olnmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Latest Post

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.