Guru SMKN 61 Jakarta jurusan Nautika Kapal Niaga, Rusli menjelaskan cara kerja bridge simulator sebagai media belajar para taruna, di sekolah yang terletak di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (25/6/2026)
Jakarta, olnmedia.com Dua jurusan SMKN 61 Jakarta resmi mendapat pengakuan berstandar internasional dari kementerian. Sekolah kejuruan di Kepulauan Seribu ini mencatat prestasi akademik yang sangat gemilang. Jurusan Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga sukses meraih sertifikat bergengsi. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan langsung sertifikat berstandar STCW tingkat global tersebut. Kepala Suku Dinas Pendidikan setempat menyerahkan dokumen ini kepada pihak pengelola sekolah. Momen penyerahan sertifikat ini bertepatan dengan semarak perayaan ulang tahun ibu kota. Pencapaian luar biasa ini menjadi kado istimewa bagi warga Pulau Tidung.
Pengakuan internasional ini membuka peluang emas bagi para siswa tamatan sekolah. Lulusan sekolah kejuruan ini kini bisa bersaing bebas pada kancah global. Sebelumnya mereka hanya mampu terserap sebagai anak buah kapal biasa saja. Namun kini siswa lulusan berhak memegang sertifikat ahli nautika tingkat empat. Kualifikasi ini menjadi modal utama melanjutkan pendidikan pelayaran ke jenjang lebih tinggi. Mereka memiliki potensi besar meniti karier sebagai perwira kapal masa depan. Jabatan prestisius seperti kapten kapal komersial kini bukan lagi sekadar angan kosong.
Proses panjang mewujudkan sertifikasi internasional ini sebenarnya bermula sejak tahun 2019. Pihak manajemen sekolah kemudian mengusulkan pengesahan resmi pada tahun 2022 lalu. Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada pertengahan tahun ini. Sekolah berbasis kemaritiman ini total memiliki lima program studi keahlian unggulan. Kementerian Kelautan sebelumnya juga telah mengesahkan program studi Nautika Kapal Penangkap Ikan. Dua jurusan pelengkap lainnya berfokus pada bidang kuliner dan agribisnis perikanan laut. Manajemen sekolah terus membenahi kualitas pengajaran pada seluruh program studi tersebut.
Pihak sekolah membekali fasilitas ruang simulator anjungan kapal yang sangat canggih. Guru pengajar memanfaatkan alat ini untuk melatih keterampilan mengemudi kapal siswa. Mesin canggih ini mampu menciptakan simulasi cuaca buruk seperti gelombang tinggi badai. Murid kelas sepuluh wajib mempelajari teori dasar ilmu pelayaran terlebih dahulu. Mereka mendalami konstruksi kapal laut dan regulasi keselamatan kerja secara menyeluruh. Kelas sebelas berfokus mempelajari sistem navigasi elektronik dan ilmu membaca peta kelautan. Siswa baru boleh mengoperasikan ruang simulator saat menginjak bangku kelas dua belas.
Siswa tingkat akhir wajib menjalani praktik kerja lapangan sebelum lulus sekolah. Mereka harus magang berlayar menggunakan kapal berukuran di atas lima ratus tonase. Praktik pelayaran maritim ini berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun penuh. Para taruna juga wajib mengikuti ujian kelayakan perahu sekoci penyelamat darurat. Keterampilan bertahan hidup ini menjadi syarat mutlak memegang keahlian navigasi tingkat empat. Pendidikan vokasi terbukti sangat efektif mencetak tenaga kerja terampil yang siap pakai. Pencapaian gemilang ini membawa kebanggaan tersendiri bagi kemajuan dunia pendidikan kemaritiman nasional.

