AS Setujui Penjualan 500 Rudal Pencegat Patriot untuk Ukraina, Zelenskyy Khawatir Pengiriman Butuh Bertahun-tahun

Redaksi OLN MediaMinggu, 1 November 2026 · 15.05 WIB · 2 menit baca
AS Setujui Penjualan 500 Rudal Pencegat Patriot untuk Ukraina, Zelenskyy Khawatir Pengiriman Butuh Bertahun-tahun
Pemandangan kota Kyiv, Ukraina. (Foto: Nadin Nandin/Unsplash)

Kyiv, olnmedia.com – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui rencana penjualan 500 rudal pencegat Patriot PAC-3 MSE senilai sekitar 2,1 miliar dolar AS untuk Ukraina, Jumat (30/10/2026). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut langkah itu sebagai “keputusan yang kuat”.

Namun, Zelenskyy mengingatkan pengiriman rudal tersebut bisa baru dimulai beberapa tahun lagi. Ia meminta negara-negara mitra mencari solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan mendesak Ukraina.

Kekhawatiran jelang musim dingin

Menurut Zelenskyy, 500 rudal pencegat itu dapat menjadi paket pertahanan yang sangat efektif jika dikirim pada musim dingin ini. Ia menilai AS dan mitra Eropa memiliki cukup stok PAC-3 di gudang, sehingga dapat dikirim lebih dulu ke Ukraina, lalu stok mitra diisi kembali dari produksi yang sudah dikontrak.

Rusia berulang kali menyerang jaringan listrik Ukraina selama musim dingin. Menipisnya stok rudal pencegat disebut telah membuat serangan rudal semakin sering dan memicu kekhawatiran akan musim dingin yang berat.

Pendanaan dari sekutu

Menurut kantor berita ANI, pendanaan paket ini berasal dari Kanada, Jerman, dan Norwegia melalui program JUMPSTART AS, ditambah fasilitas kredit Uni Eropa, tanpa menggunakan dana AS. Lockheed Martin ditunjuk sebagai kontraktor. Ukraina sebelumnya meminta paket musim dingin sekitar 100 rudal pencegat per bulan.

READ  Mencekam! Helikopter Wapres Zambia Jatuh Saat Kampanye Pemilu ke Daerah Hari Ini

Sebagian besar rudal Patriot untuk Ukraina selama ini diperoleh melalui inisiatif PURL milik NATO, yang memungkinkan negara sekutu membeli senjata buatan AS untuk Ukraina. Hingga Juni 2026, sekutu telah berkomitmen menyediakan peralatan pertahanan senilai lebih dari 6 miliar dolar AS melalui skema tersebut, menurut NATO.

Sumber: Euronews (31/10/2026); ANI (31/10/2026)

Bagikan artikel ini