Pemimpin Sekte Shakahola Paul Mackenzie Divonis 200 Tahun Penjara atas Kematian 191 Orang

Mombasa, olnmedia.com – Pengadilan di Kenya menjatuhkan hukuman 200 tahun penjara kepada Paul Mackenzie, pemimpin Good News International Ministries, atas kematian 191 orang dalam kasus yang dikenal sebagai tragedi Hutan Shakahola. Vonis dibacakan pada Jumat (6/11/2026).
Mackenzie bersama para pengikutnya dinyatakan bersalah pada 19 Oktober 2026. Jaksa berhasil membuktikan seluruh 191 dakwaan pembunuhan, sebagian besar korbannya adalah anak-anak.
Rincian Vonis
Menurut laporan Capital FM yang dimuat ulang allAfrica, hukuman 200 tahun itu terdiri dari 100 tahun untuk pembunuhan anak-anak dan 100 tahun untuk pembunuhan orang dewasa, yang dijalani secara berturut-turut. Hakim menyebut Mackenzie sebagai pihak yang memikul tanggung jawab pidana utama.
Baca juga: Gubernur California Newsom Ubah Hukuman 548 Terpidana Mati Jadi Penjara Seumur Hidup
Dari 191 korban, 183 orang meninggal akibat kelaparan, yakni 182 anak dan satu orang dewasa. Delapan anak lainnya meninggal karena pembunuhan langsung, antara lain dicekik, dibekap, atau mengalami kekerasan benda tumpul. Selain Mackenzie, 28 terdakwa lain juga dijatuhi hukuman sesuai peran masing-masing.
Tuntutan Hukuman Mati Ditolak
Jaksa sebelumnya menuntut hukuman mati bagi Mackenzie. Namun, hakim menilai hukuman tersebut belum tentu memberi efek jera karena sebagian terpidana memandang kematian sebagai jalan menuju surga. Permintaan pembela agar hukuman tidak lebih dari 10 tahun juga ditolak. Menurut IBTimes, Kenya tidak lagi melaksanakan eksekusi mati sejak 1987.
Hakim juga menjadikan kerentanan korban anak sebagai faktor pemberat. Sejumlah terpidana disebut ikut memaksa anak-anak mereka sendiri menjalani puasa ekstrem, dan duka mereka tidak diterima sebagai alasan peringanan hukuman.
Latar Belakang Kasus
Mackenzie ditangkap pada 2023 setelah ratusan jenazah ditemukan di kuburan dangkal di Hutan Shakahola, wilayah Kilifi, Kenya. Ia diketahui memindahkan pengikutnya ke kawasan terpencil dan menyuruh mereka berpuasa hingga meninggal. Jumlah jenazah yang ditemukan dalam kasus ini disebut lebih dari 400, sementara vonis kali ini mencakup 191 dakwaan pembunuhan.
Sumber: allAfrica/Capital FM; IBTimes UK; Morning Star
Pewarta: Redaksi OLN Media | Editor: Redaksi OLN Media




