BI Tahan BI-Rate 5,75 Persen, Naikkan Suku Bunga Deposit Facility dan Turunkan GWM Bank

Jakarta, olnmedia.com – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 20–21 Oktober 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. BI juga mempertahankan suku bunga Lending Facility di 6,50 persen, tetapi menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen.
Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan keputusan tersebut sejalan dengan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat, serta menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027. Keputusan ini berbeda dari proyeksi sebagian analis yang sebelumnya memperkirakan BI menaikkan BI-Rate.
Rupiah dan inflasi
BI mencatat rupiah ditutup di level Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober 2026, melemah 0,61 persen dibandingkan akhir September. Tekanan datang dari ketegangan geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat, dan sentimen investor asing terhadap pasar saham. Inflasi Indeks Harga Konsumen September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan, naik dari 3,19 persen pada Agustus, terutama karena kenaikan harga pangan bergejolak.
Untuk menjaga rupiah, BI mengoptimalkan intervensi di pasar NDF luar negeri serta pasar spot dan DNDF domestik, dan memperbesar insentif lindung nilai. Menurut BI, berbagai insentif sejak Juni 2026 telah menarik aliran masuk modal asing sebesar 9,9 miliar dolar AS hingga 20 Oktober.
GWM diturunkan bertahap
Di sisi likuiditas, BI menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank umum konvensional dari 9 persen menjadi 7 persen secara bertahap, yakni 8 persen mulai 1 November dan 7 persen mulai 1 Desember 2026. GWM bank syariah turun dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen dengan jadwal yang sama. BI juga memperpanjang ketentuan rasio LTV/FTV kredit properti hingga 100 persen dan uang muka kendaraan bermotor minimum 0 persen sampai akhir 2027.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen. Kredit perbankan pada September 2026 tumbuh 13,26 persen secara tahunan, dengan kredit investasi tumbuh 23,20 persen.
Sumber: Bank Indonesia (21/10/2026); Olenka (21/10/2026)




