Presiden Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Reformasi Multilateralisme hingga Palestina

Bogor, olnmedia.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari lawatan resmi Guterres ke Indonesia yang dimulai sejak Sabtu (17/10/2026).
Presiden Prabowo menyambut langsung Guterres saat turun dari kendaraan. Keduanya kemudian berjalan menuju pendopo untuk sesi foto bersama, sementara anak-anak berpakaian adat Nusantara turut menyambut tamu negara tersebut. Setelah itu, pertemuan bilateral digelar bersama delegasi masing-masing.
Multilateralisme, iklim, dan Palestina
Menurut keterangan Sekretariat Kabinet yang dikutip ANTARA, Presiden Prabowo dan Guterres membahas reformasi multilateralisme, dampak perubahan iklim, serta situasi terkini di Palestina. Kementerian Sekretariat Negara menyebut pertemuan ini sebagai upaya memperkuat dialog dan kemitraan Indonesia dengan PBB dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian berbagai persoalan global.
Dalam pertemuan itu, Guterres menyampaikan terima kasih atas pengiriman prajurit TNI dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di sejumlah negara, termasuk Lebanon. Ia juga berpamitan kepada Presiden Prabowo karena masa jabatannya sebagai Sekjen PBB akan berakhir pada Desember 2026.
Pertemuan di Hambalang ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bilateral keduanya pada Senin (22/9/2026) di Markas Besar PBB, New York, usai Presiden Prabowo berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai penyelesaian damai masalah Palestina dan implementasi solusi dua negara.
Agenda hari terakhir
Sesuai jadwal, Guterres bermalam di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang. Pada Senin (19/10/2026), ia dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Bogor untuk memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam pasukan perdamaian PBB.
Guterres juga dijadwalkan menyampaikan pidato bertajuk “Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya?” di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, sebelum kembali ke New York pada hari yang sama.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara (18/10/2026); ANTARA (19/10/2026)




