Terapkan Trik Ini: Anak Tantrum Saat Gadget Diambil, Psikolog Bagikan Cara Mengatasinya

Share It:

Ilustrasi anak main gadget sebelum tidur. Orang tua disarankan aktif memantau gim online anak dengan memilih sesuai usia, membatasi durasi main, dan memahami fitur interaktif agar anak tidak kecanduan serta tetap berkembang secara sehat.(Freepik)

Jakarta, olnmedia.com Kasus anak tantrum saat gadget diambil psikolog bagikan cara mengatasinya untuk panduan para orang tua. Banyak orang tua sering kebingungan menghadapi anak yang tiba-tiba mengamuk luar biasa. Kondisi ini biasanya terjadi saat jam bermain gawai pintar mereka telah habis. Orang tua sering kali memilih mengalah dan mengembalikan ponsel agar anak kembali tenang. Padahal, kebiasaan buruk ini justru memperkuat rasa ketergantungan anak pada gawai elektronik. Pakar psikologi menyarankan pendekatan yang lebih bijak untuk mendisiplinkan kebiasaan anak.

Psikolog dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional memberikan peringatan tegas mengenai masalah ini. Aisyah Almas Silmina melarang orang tua mengembalikan gawai saat anak sedang menangis histeris. Tindakan mengalah ini membuat anak berpikir bahwa mengamuk adalah senjata yang sangat ampuh. Anak akan terus menggunakan taktik menangis untuk mendapatkan semua keinginan mereka kelak. Pola asuh yang salah ini akan membentuk karakter anak menjadi sangat manipulatif. Orang tua harus bersikap tegas dan konsisten menjalankan aturan pembatasan waktu layar.

READ  Seru dan Hemat! Ini 8 Rekomendasi Tempat Liburan Anak Sekolah di Jakarta

Langkah selanjutnya adalah membiarkan anak meluapkan emosi mereka hingga benar-benar mereda sepenuhnya. Jangan pernah mengajak anak berdiskusi saat mereka masih menangis atau menjerit keras. Otak anak belum mampu memproses nasihat rasional saat sedang dilanda emosi hebat. Pastikan saja anak berada pada lingkungan yang sangat aman selama mereka mengamuk. Tunggu beberapa saat sampai napas anak kembali teratur dan tangisan mulai berhenti. Kesabaran orang tua sangat krusial saat menghadapi fase ledakan emosi sang buah hati.

Setelah kondisi anak tenang, barulah Anda bisa mengajak mereka berbicara dari hati ke hati. Tanyakan perasaan mereka secara lembut tanpa perlu menggunakan nada suara yang tinggi. Ingatkan kembali kesepakatan awal mengenai batasan waktu bermain gawai yang telah berlaku. Anak perlahan akan menyadari bahwa menangis tidak akan mengubah aturan yang telah disepakati. Mereka belajar menyelesaikan masalah melalui komunikasi yang baik alih-alih mengamuk tanpa henti. Pendekatan komunikasi asertif ini sangat efektif melatih kecerdasan emosional anak sejak usia dini.

Mengambil gawai secara paksa tanpa memberikan alternatif kegiatan tentu akan membuat anak frustrasi. Orang tua wajib menyiapkan aktivitas pengganti yang tidak kalah menyenangkan bagi anak. Anda bisa mengajak anak mewarnai gambar atau bermain balok susun bersama-sama. Membaca buku cerita bergambar juga menjadi pilihan aktivitas seru untuk mengalihkan perhatian mereka. Keterlibatan orang tua dalam bermain akan membuat anak cepat melupakan gawai pintarnya. Interaksi langsung ini pastinya akan mempererat ikatan batin antara orang tua dan anak.

READ  Tampil Mewah! 8 Tips Mix and Match Outfit Coklat dan Hitam ala Penata Gaya

Tags :

redaksi olnmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Latest Post

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.