Honda menyebut kerja sama dengan Nissan sudah di tahap akhir, Honda-Nissan-Mitsubishi mengejar kesepakatan standardisasi ECU dalam beberapa pekan. (Diolah dari iStock)
Jakarta, olnmedia.com Kerja sama Honda dengan Nissan kini dilaporkan hampir menjadi kenyataan sepenuhnya. Kolaborasi strategis dua raksasa otomotif asal Jepang ini sudah memasuki tahap diskusi paling akhir. Presiden Honda Toshihiro Mibe menyampaikan progres positif ini langsung di hadapan para pemegang saham. Kedua pihak tengah mempercepat kesepakatan krusial terkait standardisasi komponen elektronik dalam beberapa pekan mendatang. Langkah penyatuan kekuatan ini menjadi strategi utama mereka dalam menghadapi persaingan industri yang memanas. Ancaman dominasi produsen mobil listrik asal China memang sangat meresahkan pabrikan kendaraan konvensional belakangan.
Fokus utama kolaborasi ini terletak pada penyelarasan unit kontrol elektronik atau komponen perangkat otak. Komponen sentral ini merupakan fondasi vital bagi pengembangan ekosistem peranti lunak sebuah kendaraan mutakhir. Pabrikan Mitsubishi kabarnya juga akan bergabung menyuntikkan dana pengembangan untuk proyek penyatuan teknologi ini. Jika negosiasi berjalan lancar, kendaraan dengan sistem otak bersama ini diprediksi meluncur awal dekade. Model mobil hibrida maupun listrik baterai akan langsung mengadopsi teknologi pintar hasil patungan tersebut. Pengadaan komponen secara massal terbukti sangat ampuh menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing.
Selain penyatuan peranti lunak, mereka turut menjajaki potensi produksi kendaraan secara bersama di Amerika. Rencana ini mencakup kemungkinan pasokan mobil bak terbuka dari pihak Nissan kepada pabrikan lainnya. Namun langkah strategis ini bukannya tanpa hambatan berarti dari pihak pemangku kepentingan perusahaan sekutu. Produsen mobil asal Prancis, Renault, kabarnya berpotensi menjadi penjegal utama bagi kelancaran kesepakatan aliansi. Renault masih menggenggam hak suara yang cukup besar di internal manajemen perumusan kebijakan Nissan. Persetujuan bulat seluruh pemegang saham merupakan syarat mutlak agar aliansi modal ini segera terwujud.
Kabar kolaborasi ini muncul tepat saat kondisi finansial Honda sedang tidak berada pada puncaknya. Pabrikan kawakan ini baru saja mencatatkan kerugian bersih pertamanya sejak melantai di bursa saham. Kelesuan angka penjualan di pasar otomotif Tiongkok sangat menekan marjin keuntungan operasi perusahaan secara keseluruhan. Sejumlah investor secara terang-terangan melontarkan kritik pedas terkait lambatnya proses negosiasi kemitraan kedua raksasa. Mereka menuntut pimpinan perusahaan bergerak lebih cepat agar bisnis roda empat tidak semakin babak belur. Manajemen bertekad kuat membalikkan keadaan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan tanpa kompromi.
Industri otomotif global kini sedang berada pada fase transisi terbesar dalam satu abad terakhir. Persaingan tidak lagi hanya berpusat pada seberapa kencang mesin pembakaran internal bisa memutar roda. Perang teknologi perangkat lunak dan efisiensi baterai akan sangat menentukan siapa penguasa pasar kelak. Konsumen tentu akan sangat diuntungkan oleh lahirnya produk berkualitas tinggi dengan harga lebih terjangkau. Aliansi antar perusahaan menjadi langkah paling masuk akal untuk berbagi beban riset yang mahal. Semoga sinergi industri ini segera menelurkan deretan mobil canggih yang memanjakan para penggemar otomotif.

