Presiden Paraguay Santiago Peña Umumkan Mundur Usai Bank Ueno Runtuh, Kongres Lanjutkan Pemakzulan

Redaksi OLN MediaJumat, 6 November 2026 · 15.22 WIB · 2 menit baca
Presiden Paraguay Santiago Peña Umumkan Mundur Usai Bank Ueno Runtuh, Kongres Lanjutkan Pemakzulan
Ilustrasi transaksi di mesin ATM. (Foto: Eduardo Soares/Unsplash)

Asuncion, olnmedia.com – Presiden Paraguay Santiago Peña mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11/2026) waktu setempat, di tengah krisis politik akibat runtuhnya bank digital Ueno yang membuat jutaan nasabah tak bisa mengakses dana mereka. Namun, Kongres belum menerima pengunduran diri tersebut dan proses pemakzulan terus bergulir.

Dalam video yang diunggah di media sosial X, Peña menyebut keputusannya diambil dengan mempertimbangkan “stabilitas negara, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk menjaga institusi demokrasi”. Ia juga menyatakan akan bekerja sama dengan penyelidik.

Baca juga: Hongaria Buka Arsip Polisi Rahasia Era Komunis, Hingga 60.000 Nama Informan Terungkap

DPR Setujui Pemakzulan, Kongres Belum Terima Pengunduran Diri

Menurut Associated Press, hanya beberapa menit setelah pengumuman itu, majelis rendah Paraguay memutuskan memakzulkan Peña dengan suara 78-0 dan meneruskan dakwaan ke Senat. Sidang gabungan Kongres untuk membahas pengunduran diri gagal mencapai kuorum setelah anggota Partai Colorado meninggalkan ruang sidang, menurut Al Jazeera. Pemungutan suara soal pengunduran diri dijadwalkan berlangsung Jumat (6/11/2026) waktu setempat.

Kubu oposisi mendorong pencopotan lewat pemakzulan karena pengunduran diri akan mempertahankan hak Peña menjadi senator seumur hidup yang disertai kekebalan hukum. Pemimpin Partai Colorado sekaligus mantan presiden Horacio Cartes ikut mendukung pemakzulan. Jika Peña lengser, Wakil Presiden Pedro Alliana akan mengambil alih jabatan presiden.

READ  Aturan Ketat FIFA, Bendera Arab Saudi Jadi Satu-satunya yang Tak Berkibar di Lapangan Piala Dunia 2026

Runtuhnya Bank Ueno

Krisis bermula ketika bank sentral Paraguay mengambil alih Ueno pada Selasa (3/11/2026) dan memulai proses likuidasi setelah rasio solvabilitas bank tersebut jatuh di bawah separuh batas minimum. Ueno mengklaim memiliki sekitar 3 juta nasabah di negara berpenduduk lebih dari 6 juta jiwa, termasuk penerima pensiun yang dananya dibayarkan melalui bank itu.

Bank tersebut juga mengelola dana publik sekitar US$800 juta hingga US$850 juta, termasuk dana lembaga jaminan sosial, menurut AP dan Al Jazeera. Peña sebelumnya memiliki saham di induk usaha Ueno, Grupo Vázquez, namun mengaku telah melepasnya pada 2025. Para anggota parlemen menuding adanya konflik kepentingan.

Jaksa Agung telah memerintahkan tiga penyelidikan pidana terkait pengawasan bank dan penempatan dana publik. Delapan eksekutif Ueno, termasuk pendirinya, Miguel Vázquez, telah ditahan, sementara Gubernur Bank Sentral Carlos Carvallo mengundurkan diri. Pemerintah menyatakan dana penjaminan simpanan akan menanggung hingga sekitar US$36.000 per nasabah.

Sumber: AP/PBS; Al Jazeera; Euronews

Pewarta: Redaksi OLN Media | Editor: Redaksi OLN Media

Bagikan artikel ini