Jakarta, olnmedia.com – Implementasi teknologi pertanian berbasis kelestarian lingkungan dan respons terhadap krisis iklim global kini resmi hadir di Bali. Perusahaan agroteknologi asal Korea Selatan, KT FARMS Co., Ltd., mengumumkan bahwa pemanfaatan fasilitas AI Container Smart Farm di Indonesia menjadi wujud nyata komitmen manajemen berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) melalui efisiensi sumber daya serta pemangkasan emisi karbon.
Model Smart Farm yang diterapkan KT FARMS dirancang dengan strategi keberlanjutan guna meminimalkan dampak terhadap ekosistem. Berkat kontrol otomatis berbasis kecerdasan buatan, penggunaan air pada sistem ini mampu dihemat hingga 70 persen dibandingkan dengan metode pertanian lahan terbuka. Kehadiran sistem sirkulasi air terpadu ini menjadi jawaban krusial bagi kawasan Bali yang sangat sensitif terhadap isu krisis air dan pencemaran lingkungan.
Tak hanya itu, presisi sistem kontrol larutan nutrisi memungkinkan pemberian pupuk dan unsur hara dilakukan sesuai kebutuhan spesifik tanaman. Langkah ini efektif mencegah penggunaan pupuk kimia berlebih sekaligus menjaga kelestarian tanah. Selain itu, media tanam bekas budidaya jamur shiitake curcumin didaur ulang kembali pasca-panen, menciptakan siklus ekonomi sirkular yang meminimalkan timbulan limbah.
Dari sisi konsumsi energi, penerapan sistem pencahayaan LED hemat energi serta pendingin cerdas berhasil menekan penggunaan daya listrik hingga lebih dari 20 persen dibandingkan rumah kaca konvensional. Pengurangan konsumsi energi ini berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas rumah kaca menuju target netralitas karbon di Bali. Ditambah dengan sistem tertutup yang sepenuhnya bebas pestisida, inovasi ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga menghadirkan komoditas pangan yang aman dan sehat bagi konsumen.

