Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta, olnmedia.com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan menyusul insiden militer berskala besar yang menelan kerugian materiel maupun imateriel. Sorotan tajam komunitas global kini tertuju pada pernyataan resmi pemerintah Teheran di mana Iran kutuk serangan AS dekat rumah sakit kanker anak yang memicu gelombang kepanikan luar biasa. Manuver kekuatan udara dari pihak Washington ini dinilai telah melampaui batas kewajaran operasional karena lokasi jatuhnya proyektil berada sangat berdekatan dengan fasilitas kesehatan paling vital yang merawat pasien-pasien belia berpenyakit kritis. Kemarahan publik internasional tidak dapat dibendung lagi mengingat serangan tersebut jelas-jelas mempertaruhkan nyawa warga sipil yang sama sekali tidak berdaya di tengah kecamuk konflik berkepanjangan.
Pihak otoritas Republik Islam Iran secara lantang menuduh bahwa operasi militer yang dilancarkan oleh armada Amerika Serikat tersebut merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Getaran dahsyat akibat ledakan misil yang menghantam area di sekitar rumah sakit langsung merusak sejumlah infrastruktur medis penting dan memutus pasokan listrik, membuat para dokter dan perawat harus berjuang ekstra keras menyelamatkan nyawa pasien anak-anak yang tengah menjalani terapi intensif. Pemerintah setempat menegaskan bahwa tidak ada satu pun justifikasi strategis yang dapat membenarkan aksi pengeboman di wilayah padat penduduk, terlebih lagi di zona penyangga yang dikhususkan untuk perawatan medis kelompok paling rentan.
“Menargetkan atau bahkan sekadar membahayakan fasilitas kesehatan yang dipenuhi oleh anak-anak penderita kanker adalah sebuah kejahatan moral yang sangat keji dan tidak bisa ditoleransi oleh peradaban mana pun di muka bumi ini.”
Insiden mengerikan ini semakin memperburuk eskalasi krisis keamanan di kawasan yang memang sudah porak-poranda akibat perseteruan hegemoni yang tak kunjung usai. Juru bicara kementerian luar negeri Iran langsung melayangkan nota protes keras dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menggelar sidang darurat guna mengusut tuntas tragedi kemanusiaan tersebut. Mereka menuntut agar negara adidaya pencetus serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban penuh atas segala trauma psikologis yang kini mendera ratusan pasien anak serta staf medis yang bertugas siang dan malam. Konflik bersenjata yang terus melibatkan pamer kekuatan alat utama sistem persenjataan canggih ini terbukti hanya menyisakan derita panjang bagi masyarakat sipil yang tak berdosa.
Menghadapi situasi global yang kian runyam ini, seluruh elemen penjaga perdamaian dunia dituntut untuk tidak tinggal diam dan terus mendesak terciptanya gencatan senjata yang mengikat secara hukum bagi semua pihak yang berseteru. Mari kita terus suarakan pesan-pesan empati kemanusiaan agar ego sektoral dan ambisi politik negara-negara besar tidak lagi mengorbankan masa depan anak-anak yang sedang berjuang keras melawan penyakit mematikan. Fasilitas kesehatan, sekolah, dan area pemukiman warga sipil harus secara mutlak dijamin keamanannya dari segala bentuk ancaman agresi bersenjata. Semoga badan perdamaian dunia segera mengambil langkah nyata dan terukur untuk meredam tensi pertempuran ini demi menyelamatkan ribuan nyawa tak berdosa yang saat ini terjebak di pusaran badai konflik.

