Bikin Penasaran, Jadi Tontonan Wisatawan Apa Itu Setan Debu yang Muncul di Bromo

Share It:

Ilustrasi. Fenomena ‘dust devil’ menarik perhatian wisawatan Bromo. Fenomena ini terbilang lumrah di kawasan yang terkenal akan gunung dan padang pasirnya yang luas ini

Jakarta, olnmedia.com Jagat media sosial kembali heboh dengan rekaman video fenomena alam unik yang jadi tontonan wisatawan apa itu setan debu yang muncul di Bromo belakangan ini. Kawasan lautan pasir gunung berapi populer tersebut mendadak memunculkan pusaran angin kencang yang menjulang tinggi ke udara. Fenomena ini sukses menyita perhatian para pengunjung yang tengah menikmati liburan akhir pekan mereka. Banyak pengunjung justru asyik mengabadikan momen langka ini menggunakan kamera ponsel pintar masing-masing. Pemandangan eksotis ini menambah daya tarik magis kawasan taman nasional tersebut pada musim kemarau tahun ini.

Secara ilmiah, pusaran angin kecil ini lebih kita kenal dengan istilah dust devil atau setan debu. Fenomena meteorologi ini sangat umum terjadi pada kawasan dataran kering, padang pasir, maupun area sabana yang sangat luas. Pusaran ini terbentuk ketika permukaan tanah mengalami pemanasan matahari yang sangat intens pada siang hari terik. Udara panas yang berada dekat permukaan tanah akan naik secara cepat menembus lapisan udara yang jauh lebih dingin pada bagian atas. Perbedaan suhu drastis inilah yang kemudian memicu putaran angin lokal berkecepatan cukup tinggi.

READ  Sering Bingung Baju Ungu Cocok dengan Jilbab Warna Apa? Terapkan 5 Trik Padu Padan Ini

Kawasan lautan pasir Gunung Bromo memiliki kondisi topografi yang sangat ideal untuk memicu kemunculan fenomena unik ini. Hamparan pasir vulkanis yang sangat luas mudah menyerap panas matahari secara ekstrem saat musim kemarau tiba. Cuaca cerah tanpa awan membuat radiasi sinar matahari langsung menghantam permukaan kaldera secara maksimal. Meskipun terlihat sangat menyeramkan dari kejauhan, siklus hidup pusaran angin ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Setelah energi panas dari permukaan tanah mulai mereda, pusaran angin akan perlahan melemah dan menghilang tanpa jejak.

Pakar klimatologi menegaskan bahwa fenomena ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan bencana puting beliung merusak. Skala pusaran setan debu jauh lebih kecil dan daya rusaknya juga sangat minim bagi infrastruktur sekitar. Namun, para wisatawan tetap harus menjaga jarak aman jika melihat pusaran ini bergerak mendekati lokasi mereka berdiri. Butiran pasir halus yang terbawa angin putar bisa sangat menyakitkan jika mengenai area mata dan saluran pernapasan manusia. Penggunaan kacamata hitam dan masker wajah menjadi standar wajib bagi siapa saja yang ingin menjelajahi kawasan lautan pasir tersebut.

Kehadiran fenomena alam unik ini justru menjadi atraksi visual tambahan yang sangat menakjubkan bagi para pengunjung. Gunung Bromo memang tidak pernah kehabisan pesona untuk memanjakan mata para pecinta wisata alam nusantara. Mari kita jaga kelestarian lingkungan taman nasional ini dengan tidak membuang sampah sembarangan saat berkunjung ke sana. Patuhi selalu instruksi keselamatan dari para petugas pemandu wisata lokal demi kenyamanan liburan bersama. Semoga pesona alam pegunungan Jawa Timur ini terus menjadi destinasi wisata kebanggaan bangsa kita kelak.

READ  Mengungkap Misteri Peradaban Lampau: Kota Kuno Terkubur Ditemukan di Mesir, Ada Mumi Berlidah Emas

Tags :

redaksi olnmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Latest Post

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.