Seperti yang pernah diceritakan Bimbim pada 2014, Bunda Iffet telah merevolusi diri Slank dari pecandu hingga berhasil lepas dari ketergantungan narkoba. (Ari Saputra)
Jakarta, olnmedia.com Perjuangan Bunda Iffet menyelamatkan Slank dari jerat narkoba menjadi kisah abadi. Dunia hiburan Indonesia pernah menghadapi masa kelam maraknya kasus kecanduan. Banyak selebritas tersandung kasus barang haram hingga masuk panti rehabilitasi. Namun kisah pemulihan personel band Slank selalu menjadi inspirasi utama. Kaka dan Bimbim membuktikan bahwa harapan sembuh itu sangat nyata. Mereka pertama kali mengenal obat terlarang saat berlibur ke Bali. Keduanya tidak sadar meminum cairan putaw dari seorang teman dekat. Kejadian nahas pada era sembilan puluhan itu menjadi awal penderitaan.
Bimbim dan Kaka akhirnya sepakat menjalani proses rehabilitasi secara serius. Mereka berjanji kepada keluarga untuk segera berhenti mengonsumsi obat terlarang. Namun proses perlawanan melawan rasa candu ternyata sangat tidak mudah. Bimbim bahkan pernah diam-diam menghubungi bandar narkoba saat masa pemulihan. Sang ibu almarhumah Iffet Veceha Sidharta harus turun tangan langsung. Bunda Iffet menyita ponsel dan dompet mereka agar tidak kecolongan. Ia berani menggandeng pihak kepolisian untuk memutus rantai peredaran gelap. Pengorbanan luar biasa ini menunjukkan betapa besarnya cinta seorang ibu.
Tantangan terberat adalah menjaga markas Gang Potlot dari para pengedar. Bunda Iffet merancang sistem keamanan ketat di sekitar markas tersebut. Ia memastikan tidak ada satu pun bandar berhasil menyusup masuk. Proses detoksifikasi ini memakan waktu bertahun-tahun hingga tahap perawatan medis. Kerusakan organ vital akibat racun narkoba menuntut biaya pengobatan mahal. Bimbim harus menebus satu suntikan obat hati seharga puluhan juta. Pengobatan medis terus berjalan hingga kondisi fisik mereka benar-benar pulih. Kesabaran keluarga menjadi kunci keberhasilan melewati masa kritis yang berat.
Keberhasilan ini mendorong Slank aktif membantu Badan Narkotika Nasional belakangan. Mereka menyosialisasikan program pelaporan sukarela bagi para pecandu obat terlarang. Program ini menjamin korban mendapatkan rehabilitasi gratis tanpa jerat hukum. Dukungan lingkungan sosial terbukti menjadi faktor penentu kesembuhan seorang pecandu. Dedikasi Bunda Iffet sukses merevolusi mental seluruh anggota band Slank. Ratusan penggemar setia akhirnya ikut tergerak meninggalkan gaya hidup kelam. Perempuan hebat ini telah berpulang pada usia delapan puluh tujuh. Namun nama baiknya akan selalu abadi dalam sejarah musik nasional.
Keluarga memiliki peran krusial dalam menyelamatkan generasi muda dari kehancuran. Pencegahan bahaya narkotika membutuhkan kerja sama erat semua elemen masyarakat. Orang tua harus selalu membangun komunikasi terbuka dengan anak mereka. Kasih sayang tanpa syarat mampu menyembuhkan luka batin paling dalam. Publik perlu berhenti memberikan stigma negatif kepada para mantan pecandu. Mereka berhak mendapatkan kesempatan kedua merajut masa depan yang cerah. Negara wajib menyediakan fasilitas kesehatan mental yang memadai bagi warganya. Generasi sehat bebas narkoba menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang berdaulat.

