Jangan Mudah Percaya, Ini Fakta Medis di Balik Mitos Perawatan Rambut yang Masih Menjamur

Share It:

Merawat rambut kerap membingungkan karena banyaknya informasi keliru yang beredar di dunia maya.

Jakarta, olnmedia.com – Tren perawatan rambut saat ini sudah mulai bergeser ke arah yang lebih ilmiah, mirip dengan perhatian masyarakat terhadap kesehatan kulit wajah. Sayangnya, di tengah tingginya kesadaran untuk merawat mahkota kepala, masih banyak misinformasi atau mitos keliru yang dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat. Para pakar trikologi mengingatkan bahwa mempercayai asumsi yang salah tanpa dasar medis justru berisiko merusak kesehatan kulit kepala dan rambut dalam jangka panjang.

Salah satu kekeliruan yang paling sering dijumpai adalah anggapan bahwa ketombe bisa disembuhkan secara total dan permanen. Secara medis, serpihan putih halus tersebut sebenarnya tidak bisa hilang selamanya karena kondisinya bisa datang dan pergi, namun sangat mudah dikontrol melalui intensitas keramas yang tepat. Masalah lain yang sering disalahartikan sebagai ketombe biasa adalah dermatitis seboroik, yang ditandai dengan serpihan kuning lengket akibat pertumbuhan jamur alami kulit kepala yang berlebihan. Keramas secara teratur menjadi kunci utama untuk memutus rantai makanan jamur tersebut sebelum mengaplikasikan tonik atau masker khusus.

Mitos lain yang sempat populer di media sosial adalah anjuran untuk menunda keramas selama mungkin agar rambut terlatih dan tidak mudah berminyak. Pendekatan ini dinilai keliru karena kulit kepala pada dasarnya adalah perpanjangan dari kulit wajah yang dipenuhi ratusan ribu kelenjar minyak. Membiarkannya kotor terlalu lama hanya akan menumpuk sel kulit mati dan minyak berlebih di akar rambut. Sering keramas pun tidak akan membuat kulit kepala menjadi kering, asalkan dilakukan dengan teknik pemijatan lembut menggunakan ujung jari, bukan alat pijat berbahan keras yang justru berpotensi membuat helaian rambut kusut dan patah.

Dalam hal pemilihan produk dan penataan, masyarakat juga kerap terjebak pada tren semata. Penggunaan asam salisilat kini dinilai jauh lebih efektif dan ramah untuk eksfoliasi kulit kepala sensitif dibandingkan asam glikolat karena kemampuannya menembus pori-pori lebih dalam. Selain itu, anggapan bahwa alat penata rambut bersuhu panas pasti merusak rambut tidak sepenuhnya tepat, sebab kerusakan tersebut dapat diantisipasi dengan penggunaan produk pelindung panas secara konsisten. Terakhir, masyarakat diimbau tidak langsung panik saat mendapati rambut rontok berkisar 50 hingga 100 helai per hari, karena jumlah tersebut masih masuk dalam kategori siklus pertumbuhan yang normal, kecuali jika kerontokan terjadi masif hingga ratusan helai setiap harinya.

Tags :

admin@knexgroup.com

http://olnmedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Grid News

Latest Post

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.