Haus Ilmu Pengetahuan, Ini Alasan Menko Yusril Ambil Program Doktor Lagi Meski Pernah S3

Share It:

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra usai meraih gelar doktor usai sidang terbuka promosi doktor di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026)

Jakarta, olnmedia.com Banyak publik penasaran padahal pernah kuliah S3, ini alasan Menko Yusril ambil program doktor lagi baru-baru ini. Yusril Ihza Mahendra baru saja merampungkan studi doktoral keduanya pada Universitas Indonesia. Gelar akademik tertinggi tersebut ia raih secara resmi pada bidang keilmuan filsafat. Sebelumnya, ia telah menyandang gelar doktor bidang ilmu politik dari Universiti Sains Malaysia. Prestasi akademik yang gemilang ini tentu memicu decak kagum dari berbagai kalangan masyarakat. Pejabat publik ini berhasil membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus menimba ilmu.

Menteri Koordinator tersebut mengungkapkan motivasi utamanya kembali duduk pada bangku kuliah pascasarjana. Ia merasa perjalanannya dalam mempelajari ilmu filsafat belumlah tuntas hingga ke tahap akhir. Penguasaan ilmu hukum dan politik menurutnya sudah mencapai puncaknya melalui gelar guru besar. Namun, rasa hausnya akan pemahaman filosofis mendorongnya untuk terus menggali ilmu lebih dalam. Filsafat ia pandang sebagai landasan berpikir yang sangat krusial bagi seorang pemangku kebijakan. Kedalaman berpikir ini membantunya melihat berbagai perspektif unik yang mungkin orang lain lewatkan.

READ  Babak Baru Akademik! MA Kabulkan Kasasi Sanksi Promotor Disertasi Bahlil, Begini Reaksi UI

Yusril membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan program doktor keduanya ini. Kesibukan luar biasa sebagai menteri kabinet membuatnya harus ekstra pintar membagi waktu belajar. Ia mengangkat tema disertasi mengenai pemikiran politik tokoh nasional Mohammad Natsir secara komprehensif. Kajian mendalam tersebut menyoroti relasi kompleks antara agama dan negara dalam sistem politik. Ia menolak mengejar kelulusan secara cepat tanpa menyajikan kualitas tulisan yang benar-benar berbobot. Dedikasi tinggi ini akhirnya berbuah manis saat ia berhasil melewati sidang promosi doktor.

Pemahaman filsafat yang kuat sangat membantu seseorang dalam menganalisis masalah secara kritis. Ia menjelaskan bahwa ilmu ini mampu meningkatkan kapasitas intelektual individu secara sangat signifikan. Pejabat negara selalu menghadapi situasi rumit yang menuntut pengambilan keputusan secara sangat bijaksana. Landasan filosofis memberikan kerangka berpikir yang kokoh saat aparat merumuskan kebijakan publik kenegaraan. Ketajaman analisis ini sangat negara butuhkan untuk merespons berbagai dinamika tantangan zaman modern. Pendidikan tinggi terbukti memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kepemimpinan seorang tokoh bangsa.

Keberhasilan meraih gelar doktor kedua ini tentu tidak lepas dari dukungan keluarga tercinta. Yusril sangat mensyukuri besarnya bantuan moral dari sang istri dan anak-anaknya selama masa kuliah. Menjalani studi filsafat tingkat lanjut di tengah padatnya jadwal menteri bukanlah perkara mudah. Dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan utamanya saat ia merasa lelah mengerjakan tugas akhir. Kisah inspiratif ini patut menjadi teladan bagi seluruh generasi muda untuk mencintai ilmu. Jangan pernah berhenti belajar karena ilmu pengetahuan adalah bekal terbaik mengarungi kehidupan nyata.

READ  Soroti Kesejahteraan Akademisi, Kontroversi Gaji Dosen Keluarlah dari Rumus Satu Kali UMR

Tags :

redaksi olnmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Latest Post

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.

Jangan Ketinggalan Berita Penting Hari Ini

Pilihan berita nasional, bisnis, teknologi, kesehatan, dan lifestyle untuk Anda setiap hari.

Tanpa spam. Hanya konten berkualitas dari OLN Media.