Alumnus S1 Ekonomi Pembangunan FEB Unair, Erlangga Agustino Landiyanto, S.E., MA., M.Sc, MPA, PhD yang telah bekerja di berbagai lembaga internasional PBB.(Unair.ac.id)
Jakarta, olnmedia.com Kisah alumnus Unair Erlangga terus menuai decak kagum dari berbagai kalangan akademisi nasional. Pria bernama lengkap Erlangga Agustino Landiyanto ini sukses meniti karier cemerlang pada tingkat internasional. Ia merupakan lulusan program studi Ekonomi Pembangunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Dedikasinya pada bidang pembangunan berkelanjutan telah membawa namanya melanglang buana ke berbagai belahan dunia. Banyak lembaga global mempercayakan posisi strategis kepadanya untuk merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran. Prestasi membanggakan ini tentu menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Indonesia pada masa kini.
Perjalanan karier profesionalnya bermula dari sebuah lembaga internasional yang bermarkas di kota Surabaya. Ia kemudian mendapatkan panggilan tugas kemanusiaan untuk mengurus pemulihan pascabencana tsunami Aceh pada masa silam. Pada momen krisis tersebut, ia bergabung bersama tim khusus di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Organisasi tersebut mendapat mandat penting mengoordinasikan bantuan internasional bagi para korban di Aceh. Pengalaman berharga ini menjadi batu loncatan baginya untuk terus mengembangkan diri pada ranah kemanusiaan. Ia berhasil membuktikan bahwa keahliannya sangat bermanfaat bagi masyarakat luas pada masa kritis.
Seiring berjalannya waktu, langkah profesionalnya terus melesat tajam menembus batas wilayah negara asing. Ia sukses mengemban berbagai peran krusial pada lembaga bergengsi seperti Bank Dunia dan UNICEF. Saat ini, ia tengah menjalankan tugas mulia pada kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jakarta. Ilmu ekonomi makro dan mikro dari bangku kuliah sarjana sangat membantunya dalam bekerja. Pemahaman ekonometrika yang kuat menjadi fondasi utamanya saat merancang proyek pembangunan ekonomi masyarakat. Ilmu akademis benar-benar ia terapkan secara nyata untuk memecahkan berbagai persoalan dunia modern.
Selain memiliki karier yang bersinar, semangat belajarnya juga patut mendapat acungan jempol tinggi. Ia tidak pernah puas menimba ilmu dan memutuskan melanjutkan studi pascasarjana ke luar negeri. Tercatat ia pernah mengenyam pendidikan tinggi pada tiga negara yang saling berbeda tradisi akademis. Ia mengeksplorasi sistem pendidikan Thailand, menimba ilmu di Belgia, hingga meraih doktor di Inggris. Pengalaman belajar lintas budaya ini sukses membentuk pola pikirnya menjadi jauh lebih tajam. Pendidikan asing menuntutnya untuk tidak sekadar menghafal teori namun mempraktikkannya secara rasional.
Jejak rekam gemilang ini membuktikan kualitas pendidikan tinggi Indonesia mampu bersaing pada tingkat global. Perguruan tinggi negeri selalu berupaya mencetak lulusan yang siap menghadapi dinamika tantangan zaman. Mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas jaringan dan mengasah keahlian teknis secara maksimal. Jangan pernah takut bermimpi besar untuk berkarier pada kancah internasional mewakili nama bangsa. Ketekunan dan kerja keras pasti akan membuka jalan menuju kesuksesan yang sangat luar biasa. Teruslah berkarya dan berikan kontribusi terbaik bagi kemajuan peradaban umat manusia kelak.

